|
Dari berbagai sumber
Philip Schaff dalam bukunya "Creeds of Christendom" menuliskan tentang pengakuan iman rasuli sebagai berikut:”Sebagaimana Doa Bapa Kami adalah Doa di atas segala doa; Kesepuluh Perintah Tuhan adalah perintah di atas segala perintah; maka demikian juga halnya dengan Pengakuan Iman Rasuli yang merupakan Pengakuan di atas segala pengakuan iman. Pengakuan Iman Rasuli mengandung pokok-pokok iman kristiani yang mendasar yang berhubungan dengan keselamatan, di dalam bahasa Kitab Suci yang sederhana.”
Pengakuan iman rasuli juga disebut kredo (credo), yang di dalam bahasa Inggrisnya adalah creed, merupakan kata yang berasal dari bahasa Latin credo, yang artinya aku percaya. Kredo seringkali dipakai di dalam peribadatan sebagai sebuah pengakuan iman dari umat Tuhan, baik oleh gereja-gereja jaman dulu maupun gereja-gereja modern, secara khusus oleh gereja liturgis. Sebagian gereja mengucapkan kredo setiap ibadah, sebagian lagi dua minggu sekali atau sebulan sekali. Harus dipahami bahwa gereja yang tidak mengucapkan kredo dalam kebaktiannya bukan berarti gereja sesat, yang penting adalah ajaran gereja tersebut tidak menyimpang dari kebenaran Alkitab.
Sebenarnya, butir-butir yang terdapat di dalam kredo sendiri sudah ada dalam Alkitab, namun belum dirumuskan secara baku. Kredo itu berdasarkan atas beberapa ayat, di antaranya Matius 28:19, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Dan juga Roma 10:9-10 .”Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Dan 1 Korintus 15:3-4 yang seringkali disebut juga sebagai intisari berita Injil, “Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari ketiga, sesuai dengan Kitab Suci.”
Demikian juga dengan ayat 1 Tim 3:16, ”Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita: Dia yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia, dibenarkan dalam Roh; yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat, diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah; yang dipecayai di dalam dunia, diangkat dalam kemuliaan.” Jadi bisa dikatakan bahwa kredo adalah ringkasan thema pengajaran Perjanjian Baru.
Asal mula Kredo
Sampai abad 15 banyak orang yang mempercayai bahwa kredo ditulis oleh para rasul Kristus secara langsung. Mereka menganggap bahwa setiap rasul dari 12 rasul itu telah menyumbangkan satu pernyataan sehingga sekarang kredo terdiri atas 12 butir. Menurut cerita yang beredar, setelah kenaikan Yesus ke Sorga, para rasul menginginkan satu pernyataan mengenai pokok-poko dasar iman Kristen. Maka di sekitar peristiwa Pentakosta, mereka berkumpul untuk menyusun pengakuan itu. Petrus mulai dengan mengatakan,”Aku percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa …, lalu Andreas (beberapa kisah mengatakan Yohanes) menambahkan ,”…dan kepada Yesus Kristus.Anaknya yang tunggal Tuhan kita.” Yakobus kemudian melanjutkan ,”…yang dikandung dari Roh Kudus…dst.” Sampai rasul yang mendapat giliran terakhir menutup dengan mengatakan ,”…dan hidup yang kekal.Amin”.Cerita ini diragukan kebenarannya.
Kredo Tanya Jawab Hipolitus.
Dipercayai bahwa kredo sudah ada sejak jaman jemaat mula dalam bentuk sederhana. Hipolitus mencatat rumusan kredo yang diucapkan seseorang saat ia akan dibaptis air. Kredo ini berbentuk suatu tanya jawab antara hamba Tuhan yang membaptis dengan calon baptisan.
Bilamana seseorang dibaptiskan ke dalam air, dia yang membaptis, meletakkan tangannya atas orang yang akan dibaptis, sembari berkata,”Apakah Anda percaya kepada Allah, Bapa yang Mahakuasa?” Dan calon baptisan akan menjawab :”Saya percaya.” Kemudian dengan memegang kepalanya, ia akan membaptiskan orang itu. sekali
Dan ia akan berkata lagi: “Apakah Anda percaya kepada Kristus Yesus, Anak Allah, yang dilahirkan oleh anak dara Maria, dan disalibkan di bawah pemerintahan Ponsius Pilatus, dan mati dan dikuburkan dan bangkit kembali pada hari ketiga, hidup dari antara orang yang mati, dan naik ke Sorga, dan duduk di sebelah kanan Bapa, dan akan datang menghakimi yang hidup dan yang mati?” Dan jika calon baptisan menjawab ,"Saya percaya," maka ia akan dibaptiskan lagi.
Dan lagi pembaptis akan bertanya, "Apakah Anda percaya akan Roh Kudus, kepada gereja yang kudus, dan kebangkitan tubuh?" Orang yang akan dibaptis berkata “Saya percaya,” maka ia langsung dibaptis untuk ketiga kalinya.
Masa selanjutnya, tanya –jawab ini diucapkan sendiri oleh para calon baptisan, sehingga menjadi pengakuan iman.
Aturan Iman (Rule of Faith)
Pernyataan kredo terus berkembang.Bapak-bapak gereja seperti Irenaeus mencatat bahwa pada jaman gereja awal sudah ada semacam kredo yang lebih lengkap dan tersusun rapi, yang disebut “Aturan Iman” (Rule of Faith).
…iman ini: dalam satu Allah, Bapa Yang Mahakuasa, yang menciptakan langit dan bumi dan laut dan semua yang ada di dalamnya;
… dan dalam satu Kristus Yesus, Anak Allah, yang menjadi manusia untuk menyelamatkan kita;
…dan dalam Roh Kudus, yang melalui nabi-nabi menjelaskan rencana penyelamatan, kedatangan, kelahiran dari anak dara, dan sengsara, dan kebangkitan dari orang mati, kenaikan ke Sorga secara tubuh dari Kristus Yesus terkasih, Tuhan kita, dan kedatanganNya dari Sorga dalam kemuliaan Bapa untuk mengakhiri segala sesuatu dan membangun kembali dari awal kehidupan dari seluruh suku bangsa…
Latar Belakang dibacakannya kredo
Munculnya kredo tidak dapat dilepaskan dari tugas gereja untuk melanjutkan ajaran Kristus. Gereja wajib memiliki suatu rumusan singkat yang merangkum seluruh ajaran Kristus agar bisa diungkapkan dan diingat semua orang dengan mudah.
Rumusan ini biasa disebut symbolon karena merupakanrumusan yang menjadi tanda iman yang bisa diketahui semua orang. Symbolon, secara literal artinya simbol atau lambang. Oleh karena itu, para katekisan wajib mengucapkan symbolon sebelum mereka dibaptis.
Pada perkembangan selanjutnya, gereja menghadapi tantangan dengan apa yang disebut sebagai krisis teologia, yaitu munculnya ajaran-ajaran sesat. Bapa-bapa gereja lalu merumuskan kredo untuk mengkoreksi ajaran sesat yang berkembang. Kredo lalu dirumuskan untuk memberi garis batas yang tegas antara ajaran yang benar dengan ajaran yang salah, sekaligus memperbaiki kesalahan teologi.
1.Pengakuan Iman Roma (Symbolum Romanum)
Pengakuan Iman Roma mulai dipakai pertengahan abad 2 di Roma atau mungkin sebelumnya. Kredo ini dalam bahasa Yunani dan Latin, dimana yang versi bahasa Yunani dipercayai adalah yang asli:, bunyinya
Aku percaya akan Allah,Bapa yang mahakuasa. Dan akan Yesus Kristus, PutraNya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dlahirkan dari Roh Kudus dan Perawan Maria; Yang disalibkan dalam pemerintahan Ponsius Pilatus, dan dimakamkan. Dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Bapa, dari situ Ia datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, gereja yang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan kekal.
Pengakuan Iman Rasuli (Symbolum Apostolorum)
Pengakuan Iman Rasuli didasarkan pada Pengakuan Iman Roma. Tahun penulisannya tidak jelas, tetapi diperkirakan kredo ini berasal dari abad pertama atau kedua.Pengakuan Iman Rasuli juga dikenal dengan istilah latin Symbolum Apostolorum.PIR digunakan secara luas oleh banyak gereja.
Pengakuan Iman Rasuli muncul sebagai respon dari ajaran sesat Gnositisme, yaitu sebuah faham yang inti ajarannya bahwa dunia rohani adalah dunia yang baik dan sempurna. Sedangkan dunia materi adalah dunia yang jahat. Menurut ajaran ini, Allah tidak mungkin mengambil rupa seorang hamba dan menjadi manusia, karena daging manusia adalah jahat. Artinya mereka menolak inkarnasi Yesus.Ini adalah tantangan iman paling berat saat itu.
Kredo Pengakuan Iman Rasuli megalami perkembangan, setiap gereja memiliki versi masing-masing, walaupun intinya sama.
Ada empat inti Pengakuan Iman Rasuli.
1. Allah, seperti yang dijelaskan di dalam PL, adalah Allah Pencipta alam semesta.
2.Yesus Kristus. Anak Tunggal Allah yang lahir dari seorang perawan, dihukum mati, turun ke dalam neraka (versi protestan modern= kerajaan maut ; versi Katolik = tempat penantian, di dalam bahasa Inggris = hell), bangkit kembali, naik ke langit (versi Protestan dan Katolik modern= ke surga). Yesus akan datang untuk mengadili orang yang hidup dan yang mati.
3.Roh Kudus , sebagai pribadi ke 3 dari Allah.
4.Gereja, yang terbuka untuk umum, sebagai persekutuan orang kudus yang menerima pengampunan dosa, akan mengalami kebangkitan tubuh setelah kematian dan akan menerima kehidupan yang kekal.
Secara singkat kita bisa melihat bahwa Pengakuan Iman Rasuli ini bersifat trinitarian, yaitu menganut paham Tritunggal. Meskipun begitu kredo ini lebih berpusat pada pribadi Kristus dan karya-Nya. Hal ini terlihat dari jumlah kalimat-kalimat yang dipakai untuk menjelaskan Kristus jauh lebih banyak daripada yang dipakai untuk menjelaskan pokok-pokok lainnya.
3. Kredo Nicea (Symbolum Niceanum)
Kredo Nicea diadopsi dari Konsili Nicea (Kini Iznik di Turki) yang diadakan pada tahun 325 Masehi dimana ada 318 bishop yang hadir. Sumber Kredo Nicea tetap merujuk pada Symbolum Apostolorum, namun mendapatkan penambahan poin-poin tertentu untuk melawan ajaran Arius, yang kemudian dikenal dengan sebutan Arianisme, yaitu ajaran yang menentang keilahian Yesus.
Kredo Nicea ini kemudian diadopsi dan disempurnakan pada Konsili Konstantinopel (kini Istanbul di Turki) yang diadakan pada tahun 381 masehi. Konsili Konstantinopel diadakan untuk melawan ajaran sesat lainnya yang hendak menentang keilahian Roh Kudus. Roh Kudus diakui sebagai diciptakan oleh Bapa dan Anak, dengan demikian ajaran ini menentang ajaran Trinitas. Ajaran yang berasal dari Makedonia ini dikenal dengan sebutan Pneumatomachian atau Macedonianisme.Konsili Konstantinopel mengadopsi Kredo Nicea sepenuhnya dengan menambahkan pengakuan tentang keilahian Roh Kudus, sehingga lahirlah Kredo Nicea Konstantinopel.
Kredo Nicea
Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang Maha Kuasa, Pencipta segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, yang lahir dari Sang Bapa, Terang dari Terang, Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakkan, bukan dibuat, sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraanNya, segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari Sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging, menjadi manusia; Dia menderita dan pada hari ketiga Dia bangkit kembali, naik ke Sorga; dari situ Ia akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Dan aku percaya akan Roh Kudus.
Kredo Konstantinopel
Aku percaya kepada satu Allah, Bapa yang MahaKuasa, Pencipta langit dan bumi, segala sesuatu yang kelihatan dan yang tidak kelihatan. Dan kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, Anak Allah yang Tunggal, yang lahir dari Sang Bapa sebelum ada segala jaman. Allah dari Allah, terang dari terang. Allah yang sejati dari Allah yang sejati, diperanakkan, bukan dibuat; sehakekat dengan Sang Bapa, yang dengan perantaraanNya, segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia, dan untuk keselamatan kita, dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria, dan menjadi manusia. Yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, menderita dan dikuburkan; yang bangkit pada hari ketiga, sesuai dengan isi Kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang KerajaanNya takkan berakhir. Aku percaya kepada Roh Kudus, yang menjadi Tuhan dan yang menghidupkan, yang keluar dari Sang Bapa, yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan, yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu Gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa. Aku menantikan kebangkitan orang mati dan kehidupan di zaman yang akan datang.Amin.
4. Kredo Athanasius.
Kredo Athanasius juga disebut Symbolum Athanasianum atau Quicunque vult. Tahun dan penulisnya tidak diketahui pasti. Ada yang memperkirakan kredo ini ditulis pada abad ke empat oleh Athanasius, pemimpin gereja di Aleksandria. Alasannya karena Athanasius adalah tokoh pembela ajaran Trinitas dan keahlian Yesus Kristus. Ada yang beranggapan bahwa Gereja Barat yang menyusun kredo itu pada abad ke-6 atau ke-7. Penyusun hanya meminjam nama Athanasius karena kecocokan isi kredo dengan ajaran yang dipegang teguh oleh Athanasius.
Mungkin ini merupakan pengakuan iman yang paling keras karena dalam pernyataan terakhirnya dikatakan bahwa orang yang tidak memiliki iman seperti yang tertuang dalam Kredo Athanasius, tidak diselamatkan. Ada lima hal penting dalam Kredo Athanasius yang menjadi inti dari kredo tersebut, yaitu:
* Hanya orang yang mempunyai iman yang benar akan diselamatkan. Iman yang benar itu mengakui kebenaran Trinitas dan menyembah-Nya.
* Tiga pribadi dalam Trinitas, tidak satupun yang diciptakan.
* Tiga ribadi itu sehakekat, tetapi merupakan kesatuan.
* Yesus Kristus adalah Allah sejati, manusia sejati, tidak dua tetapi satu.
* Yesus Kristus menderita untuk keselamatan manusia. Mereka yang telah melakukan kehendakNya akan memperoleh hidup yang kekal, sedangkan mereka yang melakukan kejahatan akan masuk ke dalam api yang kekal.
Kredo Chalcedon
Kredo Chalcedon diadopsi dari Konsili Chalcedon yang diadakan pada tahun 451 Masehi. Seperti kredo sebelumnya, Kredo Chalcedon jugamuncul karena adanya ajaran sesat. Kredo Chalcedon merupakan tanggapan terhadap ajaran sesat berkenaan dengan nature Yesus. Ajaran sesat itu adalah Nestorianisme yang dipimpin oleh Nestorius.
Teorinya bahawa jika Yesus sungguh-sungguh Allah dan sungguh-sungguh manusia, maka itu berarti dua pribadi.,bukan satu. Selain Nestorianisme, ada ajaran sesat lain yaitu Eutikianisme yang dipimpin Eutikes. Dalam ajaran ini ditekankan bahwa tabiat Allah dan tabiat manusia dalam Yesus bercampur menjadi satu dan tabiat Allah menguasai tabiat manusia Yesus. Karena itu ajaran Eutikes ini juga disebut Monopisitisme, artinya satu tabiat. Karena ajaran ini menimbulkan gejolak di banyak gereja maka untuk menumpasnya diadakan Kinsili Chalcedon itu. Dengan begitu Kredo Chalcedon sekaligus menolak Nestorianisme maupun Eutikianisme-Monopisitisme.
Beberapa hal penting dari Kredo Chalcedon adalah:
* Yesus sempurna dalam keilahian dan juga dalam kemanusiaan, Allah dan manusia sejati
* Dua hakekat Yesus: tidak bercampur, tidak berubah dan tidak berpisah. Kedua hakekat tetap dipertahankan dan bersama-sama membentuk satu pribadi.
* Sekalipun hakekat keilahian dan kemanusiaan Yesus itu tidak berpisah, tapi keduanya tetap bisa dibedakan. Masing-masing hakekat tetap memiliki sifatnya sndiri-sendiri.
* Selama berada di dunia, hakekat ilahi Yesus tidak berubah menjadi hakekat manusia, Yesus tetap Allah sejati.
* Setelah kenaikanNya ke Sorga, hakekat manusia Yesus tidak berubah menjadi hakekat ilahi,Yesus tetap manusia sejati.
Sebenarnya masih ada kredo lain, tetapi yang sudah dibahas di atas adalah yang paling umum.
|